Pembakar Lahan Terdeteksi Dashboard Lancang Kuning, Polisi Tangkap Pelaku
Polres Inhu Mengamankan Seorang Pelaku Pembakar Lahan, Sejumlah Barang Bukti Disita
TOPIKPUBLIK.COM – Polres Indragiri Hulu (Inhu) menindak seorang pelaku yang diduga membakar lahan. peristiwa ini diungkap melalui pemantauan Dashboard Lancang Kuning (DLK), dimana titik api atau hotspot terdeteksi di Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku. Mengetahui hal ini, tim gabungan dari Bhabinkamtibmas dan Satreskrim Polres Inhu langsung turun ke lokasi dan mengamankan seorang pria duduga sebagai pelaku pembakaran berinisial RP Alias Rikardo (28), yang merupakan warga setempat.
Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Inhu AIPTU Misran, SH, membenarkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu, 2/7/ 2025 sekira pukul 17.00 WIB. “Tindakan cepat ini dilakukan begitu hotspot terpantau melalui DLK. Kami segera tindaklanjuti untuk mencegah kebakaran meluas,” ungkapnya.
Dari hasil pengecekan di Jalan Denalu, Desa Alim, tim mendapati lahan seluas kurang lebih 1 hektare dalam kondisi terbakar dan masih menyala. Setelah ditelusuri, petugas mengidentifikasi pemilik lahan, yakni VP, yang kemudian mengungkap bahwa adiknya, Rikardo, adalah pelaku pembakaran.
“Modusnya, pelaku membakar tumpukan semak hasil imasan yang telah dikeringkan. Ada lima titik tumpukan dibakar dengan mancis yang disetel menyala besar. Setelah api membesar, pelaku meninggalkan lokasi,” jelas AIPTU Misran.
Rikardo mengaku sengaja membakar lahan untuk membuka kebun baru. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti, parang, batang kayu bekas terbakar, cangkul, serta tanaman kelapa sawit.
Atas perbuatannya, Rikardo dijerat dengan sejumlah pasal terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, antara lain Pasal 36 angka 17 poin 2 huruf b Jo pasal 36 angka 19 poin ke 4 UU No. 6 Tahun 2023, dan/atau Pasal 108 Jo Pasal 69 UU No. 32 Tahun 2009, serta Pasal 187 KUHPidana.
“Pelaku telah diamankan di Mapolres Inhu bersama barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” tutup AIPTU Misran.





irwan


















