Bupati Siak Afni Zulkifli Kunjungi SDN 02, Kenang Masa Kecil dan Motivasi Pelajar
Bupati Siak Afni Zulkifli mengunjungi SDN 02 Kampung Dalam, mengenang masa kecil, memberi motivasi pelajar, serta menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.
SIAK – TOPIKPUBLIK.COM – Suasana apel pagi di SD Negeri 02 Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kota Siak Sri Indrapura, pada Senin (30/3/2026) terasa berbeda dari biasanya. Kehadiran Bupati Siak, Afni Zulkifli, sebagai pembina upacara menghadirkan nuansa emosional sekaligus inspiratif bagi para guru dan pelajar.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagi Afni, SD Negeri 02 Kampung Dalam memiliki makna historis yang mendalam, karena di sekolah inilah ia pernah menempuh pendidikan dasar dan menapaki langkah awal perjalanan hidupnya. Momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi bersama tenaga pendidik dan peserta didik usai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam suasana penuh kehangatan, Afni membagikan kisah masa kecilnya yang sarat perjuangan. Ia mengenang bagaimana dirinya harus berjalan kaki maupun bersepeda dari Kampung Rempak menuju sekolah, bahkan di bawah terik matahari. Tak jarang, ia juga membantu orang tuanya berjualan demi meringankan beban keluarga.
“Sudah lama saya ingin kembali ke sekolah ini. Kenangan itu masih sangat jelas, saat saya harus bersepeda bahkan berjalan kaki dari kampung, panas-panasan, sambil membantu ibu berjualan es. Namun, semangat untuk belajar tidak pernah padam,” ungkap Afni dengan nada haru.
Cerita tersebut sontak menjadi sumber motivasi bagi para siswa. Afni menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan gemilang. Ia berharap semangat juang yang ia alami dahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini.
“Insyaallah, suatu hari nanti dari SDN 02 Siak ini akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang akan melanjutkan pembangunan daerah,” ujarnya optimistis.
Lebih lanjut, Afni memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang dinilainya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian para tenaga pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu majelis guru yang telah menjadi pengajar sekaligus pendidik luar biasa bagi anak-anak kita,” tutur Afni.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, termasuk beban administrasi yang cukup berat, Afni mengingatkan para guru untuk tetap menjaga semangat dan fokus utama dalam mendidik siswa dengan sepenuh hati. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter.
Dalam arahannya, Afni menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat kepada orang tua, kasih sayang kepada guru, serta sikap saling menghargai antar sesama harus terus ditanamkan. Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah perilaku negatif seperti perundungan (bullying) dan bercanda berlebihan yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan mental anak.
Tak hanya itu, isu kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian serius. Afni mengajak seluruh siswa untuk mulai mencintai lingkungan sejak dini, termasuk membiasakan diri dalam memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah.
“Saya titip betul bagaimana anak-anak kita sejak dini mencintai lingkungan. Nanti akan saya tekankan lagi soal pengelolaan sampah, karena ini bisa dimulai dari sekolah dan rumah,” tegasnya.
Dengan mengenakan pakaian dinas harian, Afni juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Ia menilai, peran guru sangat vital sebagai teladan dalam membentuk kebiasaan positif bagi siswa.
“Kadang jika orang tua yang menyuruh, anak belum tentu patuh. Namun jika guru yang mengarahkan, insyaallah akan tertanam kuat dalam benak mereka,” jelasnya.
Kunjungan Bupati Siak ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum strategis dalam menanamkan semangat belajar, memperkuat pendidikan karakter, serta membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kehadiran Afni di sekolah lamanya menjadi simbol bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.

(Sumber: Rahma/MC Kabupaten Siak)























