Pertamina Optimalkan SPBU 24 Jam di Riau, Distribusi BBM Dipercepat

Pertamina bersama Pemprov Riau mengoptimalkan layanan SPBU hingga 24 jam, menambah stok dan armada untuk mempercepat distribusi BBM serta menjaga ketersediaan energi masyarakat.

Pertamina Optimalkan SPBU 24 Jam di Riau, Distribusi BBM Dipercepat
Pertamina Percepat Distribusi BBM di Riau, SPBU 24 Jam Dioptimalkan untuk Jaga Pasokan Energi Masyarakat

PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM – Upaya menjaga kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Riau terus diperkuat. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Provinsi Riau mengoptimalkan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan memperpanjang jam layanan hingga 24 jam di sejumlah titik strategis, khususnya di Kota Pekanbaru, guna memastikan ketersediaan BBM tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap lonjakan konsumsi BBM, sekaligus bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi daerah. Kebijakan ini mengemuka saat dilakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Pekanbaru, di antaranya SPBU 14.282.668 Harapan Raya dan SPBU 14.281.618 Nangka, yang melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, serta pemangku kepentingan terkait.

Tidak hanya mengandalkan perpanjangan jam operasional SPBU, Pertamina bersama Pemprov Riau juga mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif guna mengoptimalkan distribusi BBM. Di antaranya adalah penambahan stok hingga 20 persen di atas kondisi normal serta penguatan armada mobil tangki untuk mempercepat suplai, terutama di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi dan mobilitas masyarakat yang padat.

Selain itu, skema distribusi juga diperbaiki dengan melakukan pengiriman BBM ke SPBU lebih awal dari jadwal biasanya. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga keandalan pasokan di lapangan sekaligus meminimalisir potensi kekosongan stok di tingkat pengecer.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM akan terus diperketat guna memastikan penyaluran berjalan optimal, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami bersama Pertamina dan stakeholder terkait akan terus melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat memicu gangguan distribusi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan bahwa percepatan distribusi BBM melalui optimalisasi jam layanan SPBU merupakan bagian dari strategi besar Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera.

“Optimalisasi operasional SPBU hingga 24 jam serta percepatan distribusi BBM merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat, khususnya di tengah peningkatan konsumsi,” ungkapnya.

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas distribusi dengan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam membeli BBM sesuai kebutuhan, sehingga distribusi dapat berjalan merata dan seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” jelasnya.

Dukungan terhadap kebijakan optimalisasi SPBU ini juga disampaikan oleh Ketua DPC Hiswana Migas Provinsi Riau, Tuah Laksamana Negara. Ia menegaskan bahwa seluruh lembaga penyalur siap mendukung langkah Pertamina dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hiswana Migas bersama seluruh lembaga penyalur mendukung penuh optimalisasi operasional SPBU, termasuk perpanjangan jam layanan hingga 24 jam di sejumlah titik, guna mempercepat distribusi BBM dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi dalam proses distribusi energi.

“Kami terus mengingatkan seluruh SPBU agar mengedepankan pelayanan terbaik serta mematuhi ketentuan yang berlaku, sehingga distribusi BBM berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai langkah penguatan, Pemprov Riau bersama Pertamina dan aparat penegak hukum akan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi BBM sekaligus mengantisipasi potensi penyimpangan.

Melalui optimalisasi layanan SPBU 24 jam, penambahan stok BBM, serta penguatan distribusi energi di Riau, diharapkan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan. Kebijakan ini juga diyakini mampu menjaga kelancaran aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika kebutuhan yang terus meningkat.

Sumber: Mediacenter Riau/bts