"Datuk Sri HM WARDAN Memeriahkan Penandatanganan MOU HKTI dengan Perusahaan Malaysia untuk Meningkatkan Produksi Karet dan Stabilkan Harga di 15,000/kg"
#TOPIKPUBLIK.COM
TOPIKPUBLIK.COM - Jakarta – Ketua HKTI, Datuk Sri HM WARDAN, dan pengurusnya menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan perusahaan Malaysia di Jakarta pada Senin, 22/01/2024.
Dalam upaya meningkatkan hasil produksi karet rakyat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berkolaborasi dengan perusahaan Malaysia untuk menerapkan teknologi MCTS (Mercu Cut Tapping System) dalam penyadapan karet. Teknologi ini, yang telah diuji coba di Malaysia, berhasil meningkatkan produksi karet hingga 300%.

Ketua Umum HKTI, Moeldoko, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani karet Indonesia. "Mercu akan memberikan teknologi panen yang dapat meningkatkan hasil panen karet, dan mereka siap menjadi pembeli hasil panennya," kata Moeldoko.
Teknologi penyadapan karet ini merupakan inovasi dalam proses pemanenan getah karet, menggantikan metode tradisional yang dapat merusak kulit pohon karet. Mercu Bio Tech, perusahaan yang memperkenalkan teknologi ini, menggunakan metode menyuntikkan jarum untuk mengalirkan getah dari dalam pohon.

Chairman Mercu Bio Tech, Datu Sri Ahmad, menjelaskan bahwa metode lama menyebabkan cedera pada pohon karet, mengakibatkan hasil panen tidak optimal. Dengan teknologi ini, produksi getah karet dapat mencapai 4,5 ton per hektare per tahun, meningkat dari rata-rata sebelumnya hanya satu ton per hektare per tahun.
MOU tersebut juga mencakup kesepakatan bahwa Mercu Bio Tech akan membeli seluruh hasil panen petani karet. Datuk Sri HM WARDAN sangat mengapresiasi kerja sama ini, berharap teknologi ini dapat meningkatkan penghasilan petani karet yang saat ini dihadapkan pada harga karet yang rendah di pasaran.
























