Bupati Inhu Tanggung Biaya Korban Keracunan Massal Festival Literasi 2025

Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto memastikan seluruh biaya pengobatan korban keracunan massal di Festival Literasi 2025 ditanggung penuh Pemkab Inhu. Kasus ini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah 31 warga mengalami gejala diare, mual, dan muntah usai mengonsumsi makanan dari acara tersebut. Pemerintah daerah menjamin layanan medis gratis dan investigasi penyebab dilakukan oleh Dinkes Inhu bersama Labkesda Riau.

Bupati Inhu Tanggung Biaya Korban Keracunan Massal Festival Literasi 2025
Bupati Inhu Pastikan Biaya Korban Keracunan Massal Festival Literasi 2025 Ditanggung Pemkab, Ditetapkan KLB

RENGAT — TOPIKPUBLIK.COM — Kabar melegakan datang bagi puluhan warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, yang menjadi korban dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan di acara Festival Literasi 2025. Pemerintah Kabupaten Inhu melalui Bupati Ade Agus Hartanto memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh oleh Pemkab Inhu, menyusul penetapan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Ade Agus Hartanto saat melakukan kunjungan ke RSUD Indrasari Rengat, Selasa (28/10/2025), didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Inhu, serta Kepala BPKAD Inhu. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyempatkan diri menjenguk satu per satu pasien — mulai dari anak-anak hingga dewasa — yang masih menjalani perawatan intensif akibat keracunan makanan massal tersebut.

“Kami mohon maaf atas musibah ini, tentu tidak kita harapkan terjadi. Mari kita doakan seluruh pasien segera pulih dan kembali sehat,” ujar Bupati Ade Agus Hartanto, Rabu (29/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Ade Agus juga memberikan motivasi dan semangat kepada para pasien yang rata-rata mengalami gejala diare, muntah, serta demam tinggi. Ia menegaskan bahwa penetapan status KLB dilakukan setelah Pemkab Inhu menerima laporan peningkatan jumlah korban dan kesamaan gejala klinis pada puluhan pasien.

“Dengan ditetapkannya status KLB, seluruh pembiayaan perawatan medis korban keracunan makanan Festival Literasi 2025 akan otomatis ditanggung penuh oleh pemerintah daerah,” tegas Ade.

Selain menjamin pembiayaan, Bupati Inhu juga menegaskan kepada seluruh rumah sakit di wilayahnya agar tidak terlalu kaku menerapkan prosedur administratif dalam kondisi darurat seperti ini. Ia menekankan bahwa prioritas utama rumah sakit adalah keselamatan pasien dan pelayanan cepat, bukan urusan administrasi. Hal ini menjadi respons atas laporan sejumlah pasien yang sempat terkendala saat pertama kali datang ke fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Sandra SKM MKM, membenarkan bahwa penetapan KLB didasarkan pada hasil penyelidikan epidemiologi (PE).

“Dari hasil PE awal ditemukan sedikitnya 31 kasus keracunan makanan dengan gejala yang sama, yakni diare, mual, dan muntah, setelah mengonsumsi makanan di acara Festival Literasi Inhu 2025,” ungkap Sandra.

Ia menambahkan, jumlah dan kesamaan gejala pasien tersebut telah memenuhi kriteria KLB keracunan pangan sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan KLB.

Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Kesehatan Inhu telah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap pihak katering penyedia makanan dalam acara tersebut. Sampel makanan, muntahan, dan tinja para korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau untuk dianalisis guna memastikan penyebab utama kontaminasi yang memicu kejadian tersebut.

Di sisi lain, pihak Dispusip Inhu sebagai penyelenggara Festival Literasi 2025 juga langsung berkoordinasi dengan Dinkes sejak indikasi kasus muncul, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif terhadap kegiatan yang mereka selenggarakan.

Selain fokus pada penyelidikan penyebab, Dinkes Inhu juga meningkatkan kesiapsiagaan layanan medis. RSUD Indrasari Rengat bersama sejumlah Puskesmas rawat inap di wilayah Inhu telah menambah ruang perawatan, menyiagakan tenaga medis tambahan, serta membuka layanan darurat selama 24 jam penuh untuk memastikan semua korban tertangani dengan cepat dan tepat.

Bupati Ade Agus menegaskan bahwa Pemkab Inhu berkomitmen memastikan seluruh korban keracunan massal Festival Literasi 2025 mendapatkan perawatan terbaik. Ia berharap dengan dukungan penuh pemerintah daerah, sinergi lintas instansi, serta penanganan medis yang cepat dan terukur, para korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.

“Insya Allah, dengan kerja sama semua pihak, kita bisa mengatasi situasi ini dengan baik. Keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tutup Bupati Ade Agus Hartanto.