Tradisi lampu colok dimalam 7 likur di Bengkalis

Tradisi lampu colok dimalam 7 likur di Bengkalis
Tradisi lampu colok dimalam 7 likur diBengkalis

TOPIKPUBLIK.COM - Tiga malam terakhir disebut malam 7 likur atau bertepatan malam 27 Ramadan.di Kabupaten bengkalis malam 7 Likur ,merupakan tradisi yang hingga kini terus dilestarikan oleh Masyarakat Setempat.(29/3/2025).

Hampir semua rumah halaman Rumah warga di Bengkalis ,diterangi dengan lampu colok,atau pelita yang diberikan sumbu dan minyak tanah,sebagai media bahan bakar lampu colok.dulunya lampu colok dijadikan media penerang pada malam hari, sebelum listrik masuk ke wilayah ini, dimana orang tua dulu( leluhur) mengunakan lampu colok sebagai media penerang pada malam hari, untuk memudahkan aktifitas ibadah  selama Bulan Suci Ramadan ,seperti sholawat tarawih dan lainya seperti membayar zakat fitrah.

Seiring berkembang zaman lampu colok kini sudah dijadikan berbagai bentuk miniatur masjid yang cantik  dan dilombakan oleh Pemerintah setempat melalui dinas terkait , Ribuan warga Bengkalis baik dari dalam maupun luar daerah ,bahkan ada dari Singapur dan Malaysia datang langsung untuk melihat keindahan miniatur lampu Colok.

Seperti yang  terpantau di Desa pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis, ada Tiga menara lampu Colok dari Tiga dusun, diantaranya Dusun Pahlawan, Dusun Perangkap dan Dusun suka jadi. yang ikut sebagai peserta Festival lampu Colok  Tahun 2025 tingkat Kabupaten Bengkalis.

Para pemuda  di Desa ini saling bekerja sama dalam mendirikan lampu, mulai mencari kayu, kaleng bekas, minyak tanah.hingga Berdirinya menara lampu colok de, hal tersebut merupakan komitmen Pemuda dalam melestarikan lampu Colok Di Kabupaten Bengkalis. Meskipun tahun ada pergeseran Anggaran  untuk Hadiah pemenang lomba, namun hal itu tidak melemahkan semangat pemuda dalam melestarikan lampu colok.

Pj Kepala Desa Pangkalan Batang, melalui  sekretaris Desa Dudyar mengatakan, sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan budaya lampu colok, Pemerintah Desa Pangkalan Batang  memberikan bantuan dana kepada masing- masing Dusun  sebesar Rp.10,000.000 untuk biaya lampu colok,dan tahun ini desa Pangkalan Batang kembali mengikuti Festival lampu colok sebagai peserta, dengan  tiga menara lampu colok.

Alhamdulillah kami dari pemerintah Desa ,mendukung penuh  kegiatan Masyarakat dalam  melestarikan budaya Festival lampu colok, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Desa menganggarkan Dana Sebesar Rp.30,000.000  yang bersumber dari Dana Desa (DD)  Untuk bantuan operasional  lampu colok, yang ada di Desa Pangkalan Batang.

Tahun ini ada tiga Dusun yang ikut menjadi peserta lomba Festival lampu colok. Kami" dari pemerintah Desa sudah menganggarkan Dana  untuk operasional lampu colok. Dan masing- masing Dusun mendapat Rp. 10,000.000  yang diberikan untuk tiga peserta Festival lampu colok tahun 2025.

Bantun yang diberikan Pemerintah Desa bersumber dari Dana Desa (DD). Tahun 2025.  Dalam mendukung keratifitas Pemuda Desa pangkalan Batang .serta melestarikan Budaya lampu colok,yang juga menjadi wisata Religi di Kab.Bengkalis tutup Dudiyar.