TNI dan Ulama: Rahasia Kekuatan NKRI Sejak Zaman Penjajahan?

Sinergi TNI dan ulama terbukti tak lekang zaman. Dari perjuangan kemerdekaan hingga menjaga keberagaman, Danrem 081/DSJ tegaskan peran ulama sebagai mitra strategis TNI membumikan nilai kebangsaan.

TNI dan Ulama: Rahasia Kekuatan NKRI Sejak Zaman Penjajahan?
TNI dan Ulama: Dari Medan Juang Kemerdekaan hingga Menjadi Pilar Keberagaman Bangsa
TNI dan Ulama: Rahasia Kekuatan NKRI Sejak Zaman Penjajahan?

TOPIKPUBLIK.COM – MADIUN – Kedekatan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan para ulama bukanlah cerita baru, melainkan bagian integral dari sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia. Potret sinergi yang mengakar itu kembali terlihat dalam momentum penuh makna saat Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, menghadiri acara Haul ke-23 Almaghfurlah KH. Much Muchsin Al Qurbi, pendiri Pondok Pesantren Riyadlul Jannah sekaligus ayahanda dari Gus Mamang.

Acara yang digelar di kompleks Ponpes Riyadlul Jannah, Jl. Jambu No. 16, Kejuron, Taman, Kota Madiun, Kamis (19/6/2025), bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga penegas kembali komitmen Danrem dalam membangun jembatan kokoh antara institusi TNI dan tokoh-tokoh keagamaan sebagai elemen strategis bangsa.

"Sebagai Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil), kami memikul amanah besar untuk menjaga stabilitas wilayah serta merawat harmoni di tengah keragaman masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, menjadi sangat vital," ujar perwira menengah TNI AD lulusan Akmil 1998 tersebut kepada media usai acara.

Menurutnya, keberadaan ulama sebagai agen moral dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa menjadi mitra penting dalam upaya membumikan semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang multikultural.

"Para ulama, habaib, dan kyai adalah figur yang memiliki pengaruh besar melalui dakwah dan ceramah mereka. Kami menitipkan pesan-pesan kebangsaan kepada mereka agar terus menanamkan cinta tanah air, semangat bela negara, serta komitmen menjaga NKRI di setiap kesempatan mereka menyapa umat," tutur Untoro dengan nada penuh keyakinan.

Ia menambahkan, peran strategis ulama dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya persatuan sangat membantu tugas-tugas kewilayahan TNI, terutama dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme di berbagai lapisan masyarakat.

Lebih jauh, Kolonel Untoro juga menggarisbawahi bahwa hubungan erat antara TNI dan ulama bukan hanya relevan untuk masa kini, tetapi memiliki akar historis kuat sejak era perjuangan kemerdekaan.

"Di masa penjajahan, TNI dan para ulama berada di barisan terdepan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Sejarah mencatat banyak tokoh ulama yang menjadi pejuang dan pahlawan di berbagai daerah. Inilah bukti nyata bahwa sinergi TNI dan ulama telah terbukti membawa dampak besar bagi negeri ini," ungkapnya.

Dengan penuh ketegasan, Danrem 081/DSJ menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi yang terus ia bangun bersama para tokoh agama serta segenap elemen masyarakat dilandasi oleh tekad luhur untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.