Serda Tito Perkuat Komsos Babinsa di Danukusuman
Serda Tito jalin Komsos dengan warga Danukusuman sebagai bagian dari pembinaan teritorial TNI, perkuat kearifan lokal dan deteksi dini masalah sosial.
TOPIKPUBLIK.COM – SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat jalinan komunikasi sosial (Komsos) dan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, Babinsa Kelurahan Danukusuman, Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito melaksanakan Komsos bersama warga binaan, Minggu pagi (06/07/2025) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Bapak Jiyono, warga RT 02 RW 10 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.
Dalam keterangannya, Serda Tito menegaskan bahwa komunikasi yang aktif dan berkelanjutan antara Babinsa dan warga merupakan bagian tak terpisahkan dari metode pembinaan teritorial (Binter) TNI AD, yang menekankan pentingnya kearifan lokal, keselarasan sosial, dan kekompakan antar elemen masyarakat.
"Guna mempererat hubungan kerja yang harmonis di wilayah binaan, Babinsa senantiasa menjalin kerjasama yang erat dengan masyarakat. Tujuannya jelas, yakni menciptakan kekompakan dan rasa kekeluargaan yang kuat, sehingga tidak ada jarak atau kesenjangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ungkapnya penuh makna.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komunikasi sosial secara langsung memiliki dampak strategis, karena mampu menciptakan jembatan informasi dua arah antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Hal ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi masalah sosial yang mungkin timbul di lingkungan masyarakat.
"Melalui Komsos, kita bisa menyerap aspirasi warga secara utuh, memahami kondisi sosial secara faktual, sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembinaan dari TNI kepada masyarakat. Sebaliknya, Babinsa juga bisa memperoleh informasi yang cepat dan akurat tentang dinamika sosial di lapangan," tambahnya.
Dalam konteks pembinaan kewilayahan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai mediator harmoni, penjaga stabilitas sosial, dan agen perubahan yang bekerja dengan pendekatan humanis serta partisipatif.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan menjadi realitas hidup yang tumbuh dari akar budaya gotong royong, kearifan lokal, dan kesadaran kolektif dalam menjaga ketenteraman lingkungan.























