Panglima TNI Tinjau Gladi Upacara Gelar Pasukan di Batujajar

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau kesiapan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar. Acara ini akan menampilkan atraksi militer tiga matra TNI dan pengukuhan sejumlah pimpinan serta satuan baru sebagai bentuk kesiapan dan profesionalisme TNI.

Panglima TNI Tinjau Gladi Upacara Gelar Pasukan di Batujajar
Panglima TNI Tinjau Kesiapan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Tampilkan Sinergi Tiga Matra TNI

TOPIKPUBLIK.COMBatujajar, Bandung Barat. Dalam rangka memastikan kesiapan maksimal menjelang Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turun langsung meninjau pelaksanaan gladi lapangan di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, pada Selasa (5/8/2025).

Peninjauan ini merupakan bagian krusial dari tahapan finalisasi menjelang puncak acara, yang akan melibatkan ribuan pasukan lintas matra serta menampilkan berbagai atraksi militer strategis. Kegiatan tersebut menjadi simbol kekuatan, disiplin, serta kesiapan tempur TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam arahannya kepada seluruh pasukan, Panglima TNI memberikan apresiasi atas semangat juang dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan para prajurit. Ia juga menekankan pentingnya performa optimal, khususnya di hadapan Presiden RI, para Menteri, dan tamu undangan VVIP.

“Saya lihat secara umum pelaksanaan gladi sudah bagus. Tapi saya minta tampilkan yang terbaik di hadapan Presiden dan para Menteri,” tegas Jenderal Agus Subiyanto, memberikan motivasi langsung kepada seluruh pasukan.

Momen Bersejarah: Pengukuhan Panglima dan Satuan Baru

Upacara gelar pasukan kali ini menjadi momen monumental karena akan dirangkaikan dengan peresmian dan pelantikan sejumlah pucuk pimpinan strategis TNI serta pembentukan satuan baru. Di antaranya yang akan diresmikan adalah:

  • Panglima Kopassus (Pangkopassus)

  • Panglima Korps Marinir (Pangkormar)

  • Panglima Korps Pasgat (Pangkorpasgat)

  • Kodam Baru

  • Kodaeral, Pangkodau, dan Pangkoopsau

  • Grup Kopassus dan Brigade Teritorial Pembangunan

  • Batalyon Teritorial Pembangunan

  • Batalyon Infanteri Marinir dan Batalyon Komando Kopasgat

Hal ini menandai tonggak baru dalam upaya modernisasi struktur organisasi TNI agar lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ancaman global maupun domestik.

Atraksi Militer Spektakuler, Tampilkan Profesionalisme Prajurit TNI

Upacara ini akan menampilkan atraksi militer berskala nasional, yang dipersiapkan secara cermat untuk menunjukkan kapabilitas tempur TNI dari matra darat, laut, dan udara secara terpadu. Acara yang akan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional Indonesia ini menghadirkan sejumlah atraksi yang mendebarkan dan penuh makna simbolis, di antaranya:

  • Fly pass pesawat tempur TNI AU

  • Terjun pasukan operasi khusus

  • Serbuan regu komando dan operasi serbuan gedung

  • Aksi tembak berhadapan

  • Terjun satwa militer (anjing pelacak)

  • Operasi darat gabungan

Rangkaian atraksi ini memperlihatkan bagaimana TNI siap menjawab tantangan pertahanan negara di berbagai medan, mulai dari wilayah perbatasan, daerah rawan konflik, hingga dalam situasi kontijensi.

TNI PRIMA: Garda Terdepan Kedaulatan Negara

Panglima TNI menegaskan bahwa gelar pasukan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari profesionalisme, disiplin, serta integritas pasukan TNI. Di bawah semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif), TNI terus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang tangguh dan siap menjawab tantangan masa depan.

Melalui perhelatan akbar ini, TNI mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat nasional dan internasional: bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah benteng utama penjaga kehormatan bangsa, siap berkorban demi tegaknya NKRI, dan terus berinovasi untuk menjawab tantangan zaman.

Dengan demikian, Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar tidak hanya menjadi ajang demonstrasi kekuatan, tetapi juga mencerminkan kesiapan strategis, reformasi organisasi, serta soliditas antar matra dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks.