Nestapa Kampuang Tua Lagan Kinali, Puluhan Tahun Mengeluhkan Jalan Rusak dan Terputus

#TOPIKPUBLIK.COM

Nestapa Kampuang Tua Lagan Kinali, Puluhan Tahun Mengeluhkan Jalan Rusak dan Terputus

TOPIKPUBLIK.COM - Pasaman Barat - 19/10/23 Masyarakat Lagan Kinali Kenagarian Langgam Saiyo Kecamatan Kinali, ternyata sudah puluhan tahun merasakan sulitnya beraktifitas dengan kondisi jalan berbatu dan terputus oleh sungai Batang Kinali.

Menurut keterangan beberapa orang masyarakat yang sempat ditemui, meskipun kampung lagan Kinali adalah kampung tertua di Kinali telah ada semenjak zaman Belanda namun masyarakat belum pernah merasakan pembangunan jembatan yang layak untuk penyebrangan semenjak kampung ini ada.

Kondisi paling sedih dirasakan oleh masyarakat yang menjadi pemandangan
tiap hari adalah tatkala pagi hari ratusan orang tua mengantarkan anaknya berangkat ke sekolah hanya dapat mengantarkan anak-anak mereka hingga penghujung kampung lagan, Kemudian anak berjalan kaki berangkat ke sekolah melalui jembatan irigasi yang kecil, curam dan cukup berbahaya di lewati.

Jamadel mantan Jorong Lagan menuturkan sebenarnya dulu sudah pernah di lakukan pengukuran oleh pihak pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat zaman pemerintahan Bupati Sahiran almarhum sekitar tahun 2016 lalu, namun hingga saat ini pembangunan belum kunjung di wujudkan Pemerintahan daerah keluhnya.

Cerita terkait jalan ini awalnya terungkap di saat bincang-bincang ringan bersama Tokoh Muda Masyarakat Langgam Saiyo Muhammad Agung Priono, Ketua LPPKI Andri Muzaki berserta Tokoh Masyarakat Jamadel dan Bahrun 
Atas inisiasi mereka, kita meninjau jalan yang dimaksud, ternyata jalan tersebut terkonfirmasi benar-benar rusak parah dan sangat sulit dilewati meskipun hanya berjalan kaki.

Hal lain yang di sayangkan juga oleh para tokoh masyarakat tersebut adalah meskipun di kecamatan Kinali ada kurang lebih empat orang warganya yang duduk sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pasaman Barat Namun tidak seorangpun yang berempati dengan kampung tua lagan yang berpenduduk sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Wartawan Sam

Editor Thab411