ASETI Serukan Kesejahteraan Seniman di HUT ke-435 Medan
ASETI Kota Medan ucapkan selamat HUT ke-435 Kota Medan dan dorong pemerintah beri perhatian pada kesejahteraan seniman tari serta pelestarian budaya nusantara.
TOPIKPUBLIK.COM – MEDAN, SUMATERA UTARA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-435 Kota Medan, Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) Kota Medan menyampaikan ucapan selamat disertai harapan mendalam terhadap masa depan seni budaya dan kesejahteraan para pelaku seni, khususnya seniman tari. Ucapan ini disampaikan langsung oleh Ketua ASETI Kota Medan, Tengku Asri Syahputra, melalui pernyataan resmi kepada media.
“435 tahun bukanlah rentang waktu yang sebentar. Kota Medan telah menjadi saksi bisu sejarah peradaban bangsa, rumah besar bagi keberagaman etnis, agama, dan budaya yang menyatu dalam harmoni,” ungkap Tengku Asri Syahputra. “Sebagai organisasi yang bergerak di bidang seni tari dan kebudayaan, kami melihat potensi luar biasa yang dimiliki Kota Medan untuk berkembang sebagai kota metropolitan yang maju, cerdas, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya nusantara.”
Dalam momen penuh makna ini, ASETI Kota Medan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekosistem seni budaya di Kota Medan. Tengku Asri meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bapak Rico Waas, dan Wakil Wali Kota Medan, Bapak Zakiyuddin Harahap, Kota Medan dapat melangkah lebih jauh sebagai pusat peradaban budaya yang inklusif, humanis, dan ramah terhadap semua kalangan.
“Ulang tahun ke-435 Kota Medan ini harus menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan langkah seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pelaku seni budaya perlu bergandengan tangan untuk membangun kota yang tidak hanya hebat secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam identitas budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” lanjut Tengku Asri.
Ia juga menegaskan urgensi menjadikan budaya bangsa sebagai identitas utama yang memimpin arah pembangunan kota. “Budaya nusantara harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai kita menjadi asing di tanah kelahiran sendiri karena arus globalisasi yang tak terkendali. Kota Medan harus menjadi barometer pelestarian seni tari dan budaya tradisional di Indonesia.”
Sebagai bentuk komitmen terhadap seni dan budaya, ASETI Kota Medan juga mendorong pemerintah daerah agar memberi perhatian lebih terhadap kesejahteraan seniman, utamanya para penari tradisional dan pelaku seni lokal lainnya. Tengku Asri menyoroti perlunya regulasi yang berpihak serta program pembinaan yang berkelanjutan demi menjaga eksistensi dan regenerasi seni budaya daerah.
“Atas nama keluarga besar ASETI Kota Medan, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-435 untuk Kota Medan tercinta. Semoga semangat ‘Medan Untuk Semua, Bersatu Menuju Hebat’ tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk seniman,” pungkasnya.























