Wabup Siak Tekankan OPD Percepat Realisasi APBD dan Prioritaskan Belanja Wajib

Wabup Siak Syamsurizal minta OPD fokus percepat realisasi APBD 2025 dengan memprioritaskan belanja wajib, gaji, TPP, dan kebutuhan operasional dasar.

Wabup Siak Tekankan OPD Percepat Realisasi APBD dan Prioritaskan Belanja Wajib
Wabup Syamsurizal Minta OPD Siak Fokus ke Belanja Wajib dan Percepatan Realisasi Akhir Tahun

SIAK — TOPIKPUBLIK.COM — Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak untuk mempercepat realisasi fisik dan keuangan APBD Tahun Anggaran 2025, dengan menitikberatkan pada belanja wajib dan kebutuhan dasar operasional. Ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja lebih efektif, disiplin, dan fokus terhadap target akhir tahun.

Penegasan itu disampaikan Syamsurizal saat membuka Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD hingga September 2025, yang dihadiri seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Siak. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kamis (30/10/2025).

Dalam arahannya, Wabup Siak Syamsurizal memaparkan bahwa capaian realisasi fisik per September 2025 telah mencapai 62,16 persen, sementara realisasi keuangan baru berada di angka 43,34 persen. Ketimpangan ini, kata dia, menunjukkan perlunya percepatan pencairan anggaran dan penguatan koordinasi lintas sektor.

“Kami memahami masih ada OPD yang menunggu pencairan anggaran. Namun yang jelas, belanja wajib seperti gaji, TPP, listrik, dan air harus menjadi prioritas utama. Langkah ini penting agar serapan anggaran meningkat dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa transfer dana dari pemerintah pusat yang seharusnya diterima pada 25 Oktober bergeser menjadi 31 Oktober, dan baru bisa diproses sekitar 3 November.

“Bulan ini cukup besar, sekitar Rp100 miliar lebih, sebelumnya hanya Rp53 miliar. Tapi dari perhitungannya masih ada yang belum ter-cover seluruhnya untuk kebutuhan pembayaran OPD,” ungkap Syamsurizal.

Ia juga meminta Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak segera memproses pembayaran kegiatan prioritas, terutama Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), gaji bulan November, serta biaya operasional penting seperti listrik, air, dan bahan kimia di dinas teknis.

“Yang wajib itu dulu. Kalau nanti masih ada sisa dana, baru kita lihat mana yang bisa dibayarkan berikutnya,” tambahnya.

BKD Siak Tegaskan Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Cermat

Sementara itu, Kepala BKD Siak, Raja Indoor Parlindungan Siregar, menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih membutuhkan kehati-hatian dan penyesuaian. BKD terus melakukan kalkulasi antara kebutuhan belanja daerah dan potensi pendapatan hingga akhir tahun agar pengelolaan keuangan tetap terkendali.

“Beberapa belanja mungkin akan terkendala di proses pembayaran akhir tahun karena kami masih menunggu kepastian pembayaran tunda salur dari provinsi dan pusat. Kalau disalurkan, Alhamdulillah bisa teratasi. Tapi kalau belum, tentu harus kita perhitungkan kembali,” jelas Raja Indoor.

BKD juga meminta seluruh OPD segera menghitung sisa GU (Ganti Uang) yang belum dibayarkan, terutama untuk kebutuhan wajib seperti gaji, TPP, serta proyeksi pembayaran hingga Desember. Selain itu, setiap OPD diminta segera melaporkan data kontrak kegiatan dan belanja modal yang sudah berjalan, guna memastikan kemampuan daerah dalam menutup seluruh kewajiban keuangan.

“Data kegiatan berkontrak itu penting agar kami bisa menghitung kemampuan pembayaran dan menghindari risiko defisit pada akhir tahun,” tegasnya.

Inspektorat: Evaluasi Jadi Momentum Perbaikan Kinerja

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Kabupaten Siak, Faly Wurendarasto, yang bertindak sebagai moderator rapat, menegaskan bahwa forum evaluasi ini menjadi momentum penting bagi OPD untuk terbuka terhadap capaian dan kendala pelaksanaan program.

“Setiap OPD diminta melaporkan dua hal utama: realisasi fisik dan keuangan, serta kendala yang dihadapi. Kalau fisiknya rendah, kenapa. Kalau keuangannya rendah, apa penyebabnya. Dari situ kita bisa tahu langkah perbaikan yang konkret,” ujarnya.

Dari hasil laporan sementara, beberapa OPD menunjukkan progres positif, seperti Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) yang berhasil mencapai realisasi fisik 99,06 persen dan realisasi keuangan 88,15 persen.

“Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi perangkat daerah lainnya untuk mempercepat progres kegiatan sebelum penutupan tahun anggaran,” pungkas Syamsurizal.

Dengan semangat kolaborasi dan kedisiplinan fiskal, Pemkab Siak di bawah kepemimpinan Bupati Afni dan Wabup Syamsurizal menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberi manfaat nyata bagi masyarakat Siak.