Bendera Merah Putih Sepanjang 2 Km Hiasi Arena Pacu Jalur Kuansing 2025
Pemkab Kuansing bentangkan Bendera Merah Putih 2 km di arena Pacu Jalur 2025, simbol persatuan, gotong royong, dan ikon budaya Melayu Riau.
TOPIKPUBLIK.COM - TELUK KUANTAN – Menjelang perhelatan akbar Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi 2025, Pemerintah Kabupaten Kuansing menggelar kegiatan gotong royong spektakuler dengan agenda pengangkatan, penarikan, dan pembentangan Bendera Merah Putih raksasa di sepanjang arena pacu jalur, Senin (18/08/2025).
Kegiatan penuh makna ini dipimpin langsung oleh Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, ST, M.Si. Ribuan meter kain Merah Putih diangkat dan ditarik bersama-sama oleh jajaran pejabat daerah, mulai dari seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga staf yang berjalan kaki mengikuti rute yang telah ditentukan.
Arak-arakan penarikan bendera Merah Putih dimulai dari Gedung Narosa di Jalan Ahmad Yani, berlanjut ke Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Diponegoro – Jalan Sultan Syarif Qasim, kemudian melintasi Jembatan Gantung, dan akhirnya berakhir megah di Tribun Penonton Seberang Taluk. Di titik ini, bendera kebanggaan bangsa itu dibentangkan sepanjang 1 kilometer penuh, menciptakan pemandangan yang memukau.
Tak hanya itu, sepanjang Tribun Penonton dari Desa Sawah hingga Koto Taluk juga akan dihiasi dengan bentangan Merah Putih sepanjang 1 kilometer tambahan, sehingga total panjang bendera yang berkibar di arena pacu jalur tahun ini mencapai 2 kilometer.
Dalam arahannya, Sekda Kuansing Zulkarnain menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan sekadar persiapan teknis, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan simbol cinta tanah air.
“Bendera Merah Putih sepanjang dua kilometer ini menjadi simbol semangat persatuan dan kebersamaan kita. Selain itu, pembentangan bendera juga mempercantik arena pacu jalur yang akan menjadi pusat perhatian masyarakat, wisatawan, dan tamu undangan dari berbagai daerah,” tegas Zulkarnain.
Semangat kebersamaan yang terpancar dalam aksi ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi bukan hanya sekadar perlombaan mendayung perahu, melainkan juga bagian dari warisan budaya Melayu Riau yang sarat nilai gotong royong, persatuan, dan identitas daerah.
Dengan kehadiran bendera raksasa ini, arena pacu jalur di Kuansing semakin siap menyambut ribuan pengunjung yang akan memadati tribun. Suasana meriah penuh warna merah putih diharapkan menambah daya tarik sekaligus mempertegas posisi Pacu Jalur Kuansing sebagai event budaya unggulan nasional yang mampu mengangkat pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.























